Kuliah Tamu Perkembangan Perkeretaapian di Indonesia dan Tantangan bagi Perguruan Tinggi

Jumat, 7 Desember 2018, Prodi Teknik Sipil UMSurabaya mengadakan kuliah tamu dengan mengangkat topik “Perkembangan Perkeretaapian di Indonesia dan Tantangan bagi Perguruan Tinggi”. Acara tersebut berlangsung di Gedung A Lantai 02 UMSurabaya dengan pembicara Bapak Dr. Ir. H. Dadang Supriyatno, M.T. selaku ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Masyarakat Perkeretaapian Indonesia. Kuliah tamu ini dibuka oleh sambutan dari Dekan Fakultas Teknik dan dihadiri oleh Dosen Prodi Teknik Sipil UMSurabaya. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh dosen dari Prodi lain dan juga mahasiswa dari Prodi lain yang juga tertarik dengan topik tersebut.

Perkeretaapian nasional di Indonesia telah dimulai pada jaman penjajahan Belanda sejak abad ke-19 (Tahun 1864), yaitu dengan dibangunnya jalan kereta api antara Stasiun Kemijen dengan Stasiun Tanggung di daerah Semarang (Jawa Tengah) sepanjang 26 Km. Pada 1864 silam, pemerintah Kolonial Hindia Belanda membangun jalur kereta api pertama berupa jalur tunggal (single track) dan kini, pada 2015, putra-putra bangsa telah membentangkan rel gandanya (double track).

Sarana transportasi memang sangat penting bagi suatu negara karena memiliki fungsi sebagai promoting function (penggerak pembangunan), servicing function (pelayanan), place utility dan time utility. Sehingga sarana transportasi erat kaitannya dengan perekonomian suatu negara. Berdasarkan logistic performance index negara, Indonesia di tahun 2007 ada pada peringkat 43 dan pada tahun 2016 turun ke posisi ranking 63, masih di bawah Malaysia. Hal tersebut terjadi karena biaya logistic di Indonesia masih relatif tinggi karena system logistis dan infrastruktur yang belum memadai. Kereta Api diharapkan bisa menjadi tulang punggung angkutan darat. 

Kereta api memiliki kelebihan sebagai biaya transportasi yang murah untuk jarak jauh. Karena memiliki kemampuan daya angkut yang tinggi, perawatan infrastruktur kereta api juga lebih efisien biaya, minim emisi gas buang, dan juga membutuhkan ruang bebas yag lebih kecil disbandingkan jalan. Rencana kedepan diharapkan Indonesia memiliki kereta api yang Terintegrasi, Aman, Selamat, Nyaman, Pelayanan Yang Handal dan Terjangkau. Selain itu pemerintah juga mentargetkan untuk pengembangan kereta cepat di Indonesia.

Sejauh ini penelitian di bidang perkeretaapian sangat terbatas, karena keterbatasan Perguruan Tinggi yang mengajarkan ilmu Perkeretaapian. Sebagai perguruan tinggi, tentu saja akan ada tantangan dalam menyiapkan SDM yang memadahi terhadap perkembangan teknologi perkeretaapian. Sehingga perguruan tinggi bisa melaksanakan pelatihan khusus bidang perkeretaapian misalnya : desain jalan rel, desain sarana perkeretaapian, pengawasan pembangunan prasarana dan sarana perkeretaapian. Semoga SDM kita mampu menjawab tantangan Perkeretaapian Indonesia. 

Get in touch with us

Fakultas Teknik.

Fakultas yang unggul dan menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan teknologi kejuruan dan keteknikan.

Contact us

Kampus Terpadu

Jl.Sutorejo No.59,
Surabaya 60113.

Tel: 031 - 3811966:138

Education - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.