Artikel
Seminar Spirit Ber-Iptek Pada Budaya Jepang, Jawa-Nusantara, Dan Islam
- Di Publikasikan Pada: 11 Mar 2022
- Oleh: Admin

Membuka
lembaran tahun 2017 Fakultas Teknik menyelenggarakan Seminar dengan tema
“Spirit Ber-Iptek Pada Budaya Jepang, Jawa-Nusantara, dan Islam”. Seminar yang
diselenggarakan di ruang auditorium gedung G lantai 6 ini, menampilkan
narasumber Dr. Eng. Marwan Rosyadi peneliti dari Kitami University yang lama
bermukim di negeri Sakura, Dian Barkah, MHI. penulis buku Islam dan pengurus
MUI Jawa Timur, serta Tjahja Tribinuka, MT. pakar arsitektur dan peninggalan
Kerajaan Majapahit yang juga dosen di ITS. Seminar dihadiri oleh kurang
lebih 200 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik dari
UMSurabaya dan beberapa perguruan tinggi lain di Jawa Timur serta komunitas
pemerhati budaya Majapahit.
Yang menarik dalam seminar ini
adalah kesempatan untuk membandingkan tiga budaya dari sudut pandang Iptek,
yaitu budaya Jepang, Jawa-Nusantara, dan Islam. Diawali dengan pembahasan
tentang budaya Jepang yang identik dengan kerja keras dan teknologi maju.
Negara Jepang adalah salah satu negara di Asia yang dikenal dengan kemajuan
teknologi dan pendidikannya. Sepanjang abad 20 Jepang menjadi negara yang
dominan baik di Asia maupun di tingkat dunia. Negara ini juga diketahui
sebagai penghasil barang-barang elektronik yang produknya diekspor hampir ke
seluruh dunia. Maka dari itu tak mengherankan bila Jepang memiliki pendapatan
yang besar dari hasil penjualan barang elektronik tersebut. Etos kerja keras
serta kedisplinan adalah modal utama Orang Jepang meraih kesuksesannya.
Suku Jawa di sisi lain adalah
suku yang paling dominan di kepulauan Nusantara. Baik dari segi jumlah
dan sebaran penduduk, maupun tingkat pendidikan serta ekonominya. Hampir 80
persen perputaran uang di Indonesia berada di pulau Jawa. Demikian juga
kota-kota besar yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi ada di Jawa.
Selain itu sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang bermutu lebih banyak
berada di Jawa.
Jika Jepang dominan di Asia,
demikian juga Jawa dominan di Nusantara atau Indonesia. Budaya Jepang dan
Jawa memiliki banyak kesamaan karena sama-sama berada di benua Asia.
Sikap santun, ramah, jujur, hormat pada orang tua adalah beberapa sikap yang
ada pada kedua budaya tersebut. Namun demikian jika dibandingkan dengan
Jepang, dalam aspek ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia yang didominasi
suku Jawa jauh tertinggal dari negara tersebut.
Sementara itu dari aspek
keagamaan dapat dikatakan agama yang paling dominan di Indonesia adalah agama
Islam. Hampir 80 persen penduduk Indonesia memeluk agama Islam.
Pulau-pulau besar di Indonesia didominasi oleh pemeluk agama Islam. Agama
ini juga mengajarkan nilai-nilai luhur seperti yang ada pada budaya Jepang dan
jawa.
Dengan demikian pertanyaan yang
menarik adalah mengapa negeri Indonesia yang mempunyai nilai budaya luhur
serta ajaran Islam yang dipeluk oleh sebagian besar orang Indonesia tidak dapat
menjadikan Indonesia semaju Jepang? Terutama dalam aspek ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek). Apakah tidak ada keterkaitan antara budaya luhur suatu
bangsa dengan kemampuan bangsa tersebut menguasai Iptek?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi isu utama yang diperbincangkan dalam
seminar ini. Terselanggaranya seminar ini pada akhirnya dapat memperkaya
wawasan dosen dan mahasiswa di UM Surabaya khususnya di Fakultas Teknik serta
kalangan akademisi dari kampus lainnya. Selain itu isu yang dibahas dalam
seminar ini diharapkan bisa memicu munculnya gagasan dan ide-ide baru
tentang bagaimana memajukan dunia Iptek di Indonesia.